Demikian disampaikan oleh SVP Small Business Group Head Bank Mandiri Rafjon Yahya disela-sela acara udian Mandiri Superejeki, di Plaza Mandiri, Jakarta, Rabu (17/12/2008).
"Untuk tahun 2009 bisa menjadi Rp 6 triliun, targetnya pada usaha produktif, yang terbesar itu masih disektor perdagangan 40%," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Unit mikro baru 200 unit di 2009, investasinya belum tahu, tapi kita punya kantor cabang jadi tidak bangun gedung baru," ujarnya.
Dengan demikian pada tahun 2009 nanti akan ada tambahan 150.000 debitor mikro, dari sekarang ini yang hanya mencapai 240.000 nasabah.
Ia juga mengatakan kredit macet sektor mikro relatif lebih terkendali sehingga mampu menyumpang menekan NPL Bank Mandiri.
"Kita akan pilih lebih selektif, kita datang ke pasar, maka kita akan pilih yang terbaik. dengan track record yang bagus, jadi tidak semua nasabah bisa masuk," katanya. (hen/qom)











































