Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad saat ini risiko kredit dan pasar masih tergolong rendah namun berpotensi akan meningkat apabila pemburukan ekonomi berlanjut.
"Perlu diwaspadai indikasi adanya segmentasi adanya segmentasi di PUAB serta terjadinya flight to quality dari bank menengah kecil ke kelompok Bank Persero dan bank besar," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muliaman menjelaskan, ditengah tekanan sistem ekonomi global, kondisi industri perbankan nasional saat ini secara umum masih stabil. Likuiditas industri perbankan bertambah karena pelonggaran ketentuan GMW dan adanya peningkatan DPK.
Ia menambahkan, total kredit year on year (Yoy) sekitar 37,1 persen. Untuk kredit investasi tumbuh paling tinggi sekitar 42,9 persen diikuti kredit modal 39 persen dan kredit konsumsi 33 persen.
"Jika pertumbuhan ekonomi di 2009 sekitar 4,9-5 persen, maka pertumbuhan kredit ini diprediksi akan meningkat 15-20 persen," jelasnya.
Muliaman juga menyatakan pertumbuhan kredit di tahun ini juga tetap menjaga kualitas kredit. NPL gross relatif stabil diangka 3,9 persen dan NPL nettnya sedikit meningkat yaitu sekitar 1,57 persen dan CARnya masih cukup tinggi yaitu sekitar 16 persen.
Memasuki tahun 2009, lanjut Muliaman, industri perbankan masih punya potensi untuk tumbuh.
"Saya kira dengan angka-angka ini kita harapkan ada potensi untuk tumbuh meski masih dalam kondisi kehati-hatian, karena saya meyakini dampak dari krisis ini masih ada tahun depan. Jadi enam bulan kedepan sangat menentukan apa yang bisa dicapai ditahun depan," urainya.
Namun, imbuh muliaman, masalahnya persoalannya suplai yang bisa diberikan industri perbankan juga harus ada demandnya. "Creating demand pada domestik di tahun depan menjadi sangat penting," pungkasnya.
(epi/qom)











































