Bank Mandiri dan Semen Gresik menandatangani nota kesepahaman pembentukan kredit sindikasi untuk rencana pembangunan 2 pabrik baru dan 2Β pembangkit listrik serta restrukturisasi atau optimalisasi pabrik existing Semen Gresik.
Dalam nota kesepahaman ini Semen Gresik menunjuk Bank Mandiri bertindak sebagai Joint Lead Arranger bersama Mandiri Sekuritas. Bank Mandiri juga akan bertindak sebagai Underwriter atas fasilitas kredit investasi Rupiah dengan limit maksimum sekitar Rp 6,3 triliun, serta akan menjadi Facility Agent, Security Agent dan Escrow Agent.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pabrik baru Semen Gresik akan dibangun di Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan dengan kapasitas produksi masing-masing sebesar 2,5 juta ton per tahun. Serta pembangunan 2 (dua) unit pembangkit listrik di Sulawesi Selatan dengan kapasitas masing-masing 35 Megawatt. Diharapkan ekspansi Semen Gresik yang memiliki nilai investasi sebesar ekuivalen USD 1,3 miliar ini dapat beroperasi pada tahun 2011 untuk pabrik di Sulawesi dan 2012 untuk pabrik di Jawa.
Bank Mandiri segera menindaklanjuti nota kesepahaman ini dengan membentuk sindikasi kredit Rupiah sehingga Proyek Semen Gresik segera terlaksana guna memenuhi kebutuhan semen nasional dalam jangka panjang yang akan menunjang pembangunan infrastruktur, pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Saat ini kapasitas riil Semen Gresik sebesar 18 juta ton semen per tahun dan menguasai sekitar 44 % pangsa pasar semen domestik.
(ang/ir)











































