4 Pekerjaan Rumah LPEI

4 Pekerjaan Rumah LPEI

- detikFinance
Sabtu, 20 Des 2008 13:38 WIB
4 Pekerjaan Rumah LPEI
Bogor - Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) akan terbentuk pada pertengahan 2009.  Ada empat pekerjaan rumah yang harus dilakukan LPEI dan akan dijadikan sebagai tolak ukur keberhasilannya nanti.

"Sejak 8 tahun terakhir ekspor Indonesia belum menjadi kontributor yang signifikan dari pertumbuhan ekonomi. Untuk itu salah satu tolak ukur keberhasilan LPEI  yaitu berapa persen peningkatkan kontribusi ekspor terhadap GDP," ujar pengamat ekonomi Elvyn G Massasya dalam  media work shop Indonesia Exim Bank 'The Transformation Has Begun' di Hotel Salak, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (20/12/2008).

Kedua, lanjut Elvyn, yaitu berapa besar peningkatan pangsa pasar ekspor Indonesia dari tahun ke tahun. "Kalau mau melihat ekspor bukan hanya ke pertumbuhannya namun yang jauh lebih penting yaitu berapa persen market share yang diperoleh Indonesia di banding negara lain," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Elvyn, LPEI juga harus menjadi insiator dalam rangka mengkaji kembali model platform ekspor Indonesia. "Bagaimana mungkin LPEI bisa meningkatkan ekspor kalau platform strategi ekspor Indonesia tidak inline," katanya.

Platform ini harus di-review karena sebagian besar ekspor Indonesia adalah komoditas primer seperti kelapa sawit. "Yang kalau diekspor maka yang mendapat value added-nya adalah negara lain. Begitupula dengan karet," ujarnya.

Selain itu, ketika sektor ekspor Indonesia memiliki platform baru, imbuh Elvyn, maka harus ada shifting yang harus didorong oleh insentif pemerintah kepada sektor-sektor yang berorientasi ekspor. "Sehingga market share bisa meningkat," ungkapnya.

Tugas lainnya yaitu bagaimana mendorong eksportir pemula yaitu UKM-UKM yang jumlahnya banyak sehingga hasil ekspor masuk ke dalam negeri. "Ekspor di Indonesia tumbuh tapi eksportirnya 4 L (lo lagi, lo lagi) dan biayanya juga hanya bank yang itu-itu saja dan belum tentu proceed (hasil pendapatan) masuk ke dalam negeri," jelasnya.

Sementara Ketua Panja  UU LPEI, Hasto Kristiyanto berharap Keberadaan LPEI dapat mendorong peningkatan ekpor melalui pemberian fasilitas-fasilitas pembiayaan, penjaminan  dan asuransi dalam rangka ekspor.

"Sebab LPEI memiliki keunggulan komparatif dengan memberikan biaya yang lebih kompetitif dibandingkan Bank Ekspor Indonesia. Mengingat aksebilitas terhadap sumber-sumber pendanaan baik dari dalam negeri maupun sumber dari pasar internasional yang dimiliki LPEI jauh lebih luas dan fleksibel," paparnya. (epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads