Hal tersebut disampaikan Direktur Bank Ekonomi Raharja Lenggono S Hadi dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Minggu (21/12/2008).
"Tahun depan kinerja keuangan perseroan diperkirakan hanya bertumbuh hingga 15% dibandingkan tahun ini sekitar 30%. Hal tersebut disebabkan dampak resesi ekonomi global yang sudah merembet kepada Indonesia," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Lenggono, kenaikan laba bersih itu disebabkan lonjakan bunga dari Rp 1,23 triliun menjadi Rp 1,39 triliun atau naik 13,08%. Pendapatan bunga bersih tumbuh 24,77% dari Rp 533 miliar menjadi Rp 665 miliar dan realisasi net interest margin (NIM) tercatat 4,53% dari target 4,5%.
Ia mengatakan, perseroan yakin, target laba bersih sampai akhir tahun dipastikan bisa tercapai, bahkan berpotensi melampaui target.
"Realisasi kredit 2008 juga sudah melebihi target sepanjang tahun ini hingga akhir November lalu Rp 10,16 triliun dari target Rp 9,13 triliun," katanya.
Lenggono menambahkan, kepercayaan nasabah untuk menempatkan dananya di Bank Ekonomi cukup besar. Hal tersebut terbukti dari realisasi November 2008 yang telah melampaui target tahun ini. Dana pihak ketiga (DPK) ditargetkan mencapai Rp 15,45 triliun, tapi sampai November 2008 telah menembus Rp 16,22 triliun atau naik 17% dibandingkan DPK pada November 2007 yang tercatat Rp 13,87 triliun.
Untuk realisasi loan to deposit ratio (LDR) juga melebihi target 2008, yakni dari 59,07% menjadi 62,83%. Terjadi kenaikan penyaluran kredit sebesar 39,32%, sehingga rasio kecukupan modal (CAR) menjadi 3,35%, lebih kecil dari yang direncanakan sebesar 15,5%. Hal sama terjadi dengan realisasi total aset, yaitu dari Rp 17,94 triliun menjadi Rp 18,32 triliun.
Sedangkan rasio non-performing loan (NPL) gross pada November 2008 dibanding periode sama 2007 mengalami perbaikan tajam dari 2,45% menjadi 0,63%. Rasio NPL nett mengalami perbaikan dari 2,06% menjadi 0,46%. Padahal, target NPL gross dan nett 2008 masing-masing ditetapkan 2,56% dan 2,01%. Perbaikan ini terjadi disebabkan pada periode tersebut banyak penyelesaian kredit yang sudah dilakukan.
Bank Ekonomi berdiri pada 1989 dan mencatatkan 10,11% saham di Bursa Efek Indonesia pada Januari 2008. Harga saham perdana adalah Rp 1.080 per lembar. Jumlah kantor cabang kini mencapai 86 di seluruh Indonesia, dengan memiliki 2.200 karyawan.
RUPSLB Bank Ekonomi pada Sabtu (20/12/2008) telah menyetujui pelepasan 88,89% saham kepada HSBC. Selanjutnya Bank HSCB akan melakukan tender offer untuk 10,11% saham Bank Ekonomi pada harga Rp 2.452 per lembar pada Maret 2009.
(qom/qom)











































