Penandatanganan nota kesepahaman bertajuk 'Special Buyer Credit Facility' tersebut dilakukan di Istana Wapres, Jakarta, Senin (22/12/2008).
Menurut Kalla, nota kesepahaman ini merupakan hasil pembicaraan kedua pihak dalam menghadapi krisis ekonomi global ke depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Li Keqiang mewakili China menjelaskan, dengan kerjasama ini diharapkan kedua negara bisa lebih kuat menghadapi krisis ekonomi global.
"Pembicaraan kami sangat efektif. Sudah ada tandatangan dan kesepakatan investasi, kebudayaan dan olahraga. Sudah ada usaha kerjasama antara Tiongkok dan Indonesia. Mari kita bersama lawan krisis international dengan meningkatkan kerjasama Tiongkok-Indonesia," katanya.
Pada kesempatan ini juga ditandatangani perjanjian di bisang kepemudaan dan olahraga. Acara ini dihadiri sejumlah Menteri Kabinet Bersatu yaitu Menneg BUMN Sofyan Djalil, Menkeu dan Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menteri Pemuda dan Olahraga, dan Menteri Luar Negeri Hasan Wirajuda.
(lih/qom)











































