"Tahun lalu rata-rata selisihnya bisa 5-10 persen, mudah-mudahan 2009 masih seperti itu," ujar Deputi Bank Indonesia, Muliaman Hadad.
Ia menyampaikan hal itu dalam pelantikan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah periode 2008-2011, di Gedung Kebon Sirih, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/12/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini misalnya akan ada beberapa bank spin off menjadi bank syariah, saya kira animo dan antusiasme tetap sama bahkan akan lebih besar di 2009," ungkap Ketua Umum Masyarakat Ekonomi Syariah periode 2008-2011 ini.
Namun, imbuh Muliaman, risiko turunnya pertumbuhan ekonomi tahun 2009 harus direspon bukan hanya oleh perbankan konvensional tapi juga syariah sebab tetap ada risiko kerdit, pinjaman dan pendanaan yang dihadapi.
"Jadi para penggiat ekonomi syariah tidak boleh lengah, kita harus siap menghadapi tahun 2009 yang sedikit bumpy (bergelombang). Ini harus direspons sebaik-baiknya sebab ini akan jadi batu ujian," ujar Muliaman.
Meskipun BI tidak melakukan intervensi terhadap pengembangan ekonomi syariah, namun Muliaman mengakui saat ini BI lebih banyak memberikan perhatian kepada perbankan syariah.
"Blue print pengembangan dan program sosialisasi sudah ada, saya kira itu akan dilanjutkan tapi tidak hanya sebatas itu karena sekarang kompleksitasnya makin besar," tambahnya.
Mulaiman menambahkan saat ini yang penting melakukan sosialisasi dan edukasi soal ekonomi syariah.
"Yang lemahkan itu, bahwa ini sebetulnya tidak ekslusif dan hanya ini untuk orang Islam. Di Malaysia 60 persen pengguna non muslim," jelasnya. (epi/qom)











































