BI Tinggal Kirim Surat Kalau Mau Hibahkan BPUI dan Askrindo

BI Tinggal Kirim Surat Kalau Mau Hibahkan BPUI dan Askrindo

- detikFinance
Rabu, 24 Des 2008 08:35 WIB
BI Tinggal Kirim Surat Kalau Mau Hibahkan BPUI dan Askrindo
Jakarta - Menjelang akhir tahun 2008, Bank Indonesia belum juga melakukan divestasi dua anak usahanya, Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo). Padahal proses divestasi ini seharusnya selesai sebelum akhir tahun 2008.

"Itu sesuai kebijakan BI untuk melakukan divestasi dan kita sudah bicarakan, pokoknya akan dihibah atau dijual ke negara," ujar Menteri Negara BUMN, Sofyan Djalil usai menghadiri pelantikan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah  periode 2008-2011, di Gedung Kebon Sirih, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/12/2008).

Saat ditanya kapan proses divestasi ini selesai, Sofyan enggan berkomentar. "Sesuai dengan deadline-nya BI, kalau BI mau hibahkan mudah, tinggal kirim surat saja," jawabnya. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seperti diketahui, UU mewajibkan BI untuk melepaskan anak usahanya agar BI dapat menjadi lembaga independen.

Saat ini BI masih menguasai tiga anak usaha yaitu 100 persen saham NV De Indonesische Overzeese Bank (Bank Indover). Belum lagi sempat dijual, Bank Indover di Belanda malah dilikuidasi oleh pengadilan Belanda karena kesulitan likuiditas.   

Sementara kepemilikan BI di dua anak usaha lainnya adalah sebesar 82,2 persen saham di BPUI dan 55 persen saham di Askrindo. 

(epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads