Hal ini disampaikan Deputi Gubernu BI Muliaman Hadad, dalam pelantikan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah periode 2008-2011, di Gedung Kebon Sirih, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/12/2008) malam.
"Secara keseluruhan kredit tahun depan akan alami penurunan dan beberapa kredit lain akan lebih rencah dibanding tahun ini," ungkapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit nasional. Jadi menurut Muliaman, dunia perbankan tidak perlu mengerem kredit properti di tahun depan.
"Kredit properti so far tumbuh cukup tinggi tahun 2008, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit. Tahun ini saja kredit properti tumbuh sekitar 34 persen," ujarnya,
Muliaman menjelaskan meski ditahun 2009 pertumbuhan kredit properti akan mengalami penurunan, namun penurunannya tidak serendah kredit lainnya.
"Tahun 2009 menjadi tantangan bagi para bank dan developer dsb agar terciptanya demand yang besar. Dengan potensi yang ada mestinya bank akan libat lebih dekat perkembangan kredit properti," ujar Muliaman.
Muliaman menjelaskan meski ditahun 2009 pertumbuhan kredit properti akan mengalami penurunan, namun penurunannya tidak serendah kredit lainnya.
Saat ditanya soal peluang menurunkan BI Rate dalam waktu dekat, Muliaman belum dapat memastikannya.
"Kita masih tunggu angka paling akhir, karena kita akan bersidang lagi pada awal Januari, saya belum bisa katakan tapi dari angka-angka yang ada seperti inflasi memberikan harapan agar BI lebih leluasa," paparnya.
(epi/ir)











































