Kredit Properti Turun Paling Sedikit di 2009

Kredit Properti Turun Paling Sedikit di 2009

- detikFinance
Rabu, 24 Des 2008 10:01 WIB
Kredit Properti Turun Paling Sedikit di 2009
Jakarta - Penyaluran seluruh sektor kredit tahun 2009 diperkirakan akan mengalami penurunan dibanding tahun ini. Namun dari semua sektor yang ada, penurunan kredit properti paling sedikit dibanding lainnya.

Hal ini disampaikan Deputi Gubernu BI Muliaman Hadad, dalam pelantikan Pengurus Pusat Masyarakat Ekonomi Syariah  periode 2008-2011, di Gedung Kebon Sirih, Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (23/12/2008) malam.

"Secara keseluruhan kredit tahun depan akan alami penurunan dan beberapa kredit lain akan lebih rencah dibanding tahun ini," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penurunan kredit properti diprediksi tidak setajam kredit lainnya, karena kredit properti tahun ini tumbuh cukup tinggi yaitu  sekitar 34 persen.

Angka ini lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit nasional. Jadi menurut Muliaman, dunia perbankan tidak perlu mengerem kredit properti di tahun depan.

"Kredit properti so far tumbuh cukup tinggi tahun 2008, lebih tinggi dari rata-rata pertumbuhan kredit. Tahun ini saja kredit properti tumbuh sekitar 34 persen," ujarnya,

Muliaman menjelaskan meski ditahun 2009 pertumbuhan kredit properti akan mengalami penurunan, namun penurunannya tidak serendah kredit lainnya.

"Tahun 2009 menjadi tantangan bagi para bank dan developer dsb agar terciptanya demand yang besar. Dengan potensi yang ada mestinya bank akan libat  lebih dekat perkembangan kredit properti," ujar Muliaman.

Muliaman menjelaskan meski ditahun 2009 pertumbuhan kredit properti akan mengalami penurunan, namun penurunannya tidak serendah kredit lainnya.

Saat ditanya soal peluang menurunkan BI Rate dalam waktu dekat, Muliaman belum dapat memastikannya.

"Kita masih tunggu angka paling akhir, karena kita akan bersidang lagi pada awal Januari, saya belum bisa katakan tapi dari angka-angka yang ada seperti inflasi memberikan harapan agar BI lebih leluasa," paparnya.

(epi/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads