Hal ini disampaikan Direktur UtamaΒ PT Bank Mega Tbk, Yungky Setiawan dalam paparan publik PT Bank Mega Tbk, di Gedung Bank Mega, Jalan Kapten Tendean, Jakarta, Jumat (26/12/2008).
"Kami Proyeksikan 15-20 persen dari posisi akhir tahun yaitu sekitar 19 triliun. Namun kami masih melihat situasi karena kemungkinan di semester pertama pasar masih lesu dan kita masih akan melihat berapa dalam imbas dari krisis ini," ujar Yungky.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk kreditΒ consumer, lanjut Yungky, tidak akan tumbuh lebih dari 10 persen. "Kredit konsumer maksimal tumbuh 10 persen," ungkap Yungky.
Yungky memaparkan untuk total pertumbuhan kredit year on year hingga 30 september 2008 tumbuh 51,9 persen dari Rp 12,7 triliun pada September 2007 menjadi Rp 19,3 triliun. "Pertumbuhan kredit ini di atas pertumbuhan kredit nasional 36,3 persen," katanya.
Dilihat dari pertumbuhan kredit per segmen, imbuh Yungky, kredit SME meningkat 68,4 persen dari Rp 1,9 triliun pada bulan September 2007 menjadi Rp 3,1 triliun pada bulan september 2008. Kredit koorporasi meningkat 60,2 persen dari Rp 5,6 triliun pada bulan September 2007 menjadi Rp 9,0 triliun pada September 2008.
Untuk kredit konsumer meningkat dari 37,6 persen dari Rp 5,1 triliun pada bulan September 2007 menjadi Rp 7,1 triliun pada September 2008. (epi/ir)











































