"Hal ini tidak terlepas dari faktor pengelolaan risiko yang dilakukan dengan penuh kehati-hatian sejalan dengan praktik perbankan internasional (international best practice)," kata Kepala Unit Usaha Syariah PermataBank Adrian A. Gunadi.
Adrian perbaikan kinerja yang didapat merupakan buah dari transformasi model bisnis yang dilakukan selama ini dengan menggabungkan bisnis syariah dan infrastruktur, pengembangkan berbagai produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan nasabah mulai terlihat hasilnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba bersih PermataBank Syariah di triwulan III-2008 meningkat hingga 887% dibandingkan periode yang sama tahun 2007 (belum diaudit). Per September 2008 laba bersih tercatat Rp 33,7 miliar atau mengalami kenaikan hingga Rp 37,9 miliar mengingat pada bulan yang sama di tahun yang lalu kinerja PermataBank Syariah masih mencatat kerugian sebesar Rp 4,2 miliar.
Kenaikan laba bersih ini ditopang oleh peningkatan pendapatan seiring dengan peningkatan pembiayaan. Pendapatan operasional seperti margin murabahah tercatat Rp 40,5 miliar atau mengalami kenaikan hingga 307% dari Rp 9,9 miliar. Sedangkan pendapatan operasional lainnya tercatat Rp 17 miliar atau mengalami pertumbuhan hingga 162% dari Rp 6,5 miliar di bulan September 2007.
Dengan demikian total pendapatan yang berhasil dihimpun pada sembilan bulan pertama tahun 2008 adalah sebesar Rp 57,5 miliar atau meningkat hingga 250% dari Rp 16,4 miliar pada periode sebelumnya.
Peningkatan dalam hal pembiayaan terutama dikonstribusi oleh pembiayaan iB (bersih) sebesar Rp 956,9 miliar dari posisi yang sama tahun lalu sebesar Rp 332,2 miliar, meningkat hingga Rp 624,7 miliar atau 188%. Pada Semester pertama tahun 2008 yang lalu PermataBank Syariah juga melakukan sindikasi pembiayaan kepada PT Indonesia Air Transport (IAT) dengan skema Ijarah (leasing). Hal ini sejalan dengan fokus bisnis PermataBank di segmen konsumer dan komersial serta memberikan perhatian di sektor korporat.
Dari sisi aset PermataBank Syariah juga mengalami pertumbuhan yang cukup signigikan. Per September 2007 aset PermataBank Syariah baru mencapai Rp 452 miliar, saat ini telah mencapai Rp 1,2 triliun, mengalami peningkatan sebesar Rp 742,2 miliar atau 164%.
Sementara itu dari sisi penghimpunan dana juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Total dana masyarakat mencapai Rp 902,4 miliar di September 2008, tumbuh 218% dari Rp 283,9 miliar dibanding periode sebelumnya.
PermataBank Syariah pun mencatat posisi permodalan pada akhir September 2008, dengan rasio kecukupan modal (Capital Adequacy Ratio - CAR) sebesar 15,7%, jauh di atas ketentuan Bank Indonesia sebesar 8%. (ir/ir)











































