Perbankan Mulai Siap-siap Hadapi Kenaikan Kredit Bermasalah

Perbankan Mulai Siap-siap Hadapi Kenaikan Kredit Bermasalah

- detikFinance
Selasa, 30 Des 2008 13:41 WIB
Perbankan Mulai Siap-siap Hadapi Kenaikan Kredit Bermasalah
Jakarta - Kalangan perbankan mulai mewaspadai peningkatan angka kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL), meski kini NPL masih di level aman. Salah satunya adalah dengan melakukan pengelolaan manajemen risiko dengan lebih baik.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Mandiri, Agus Martowardojo di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (30/12/2008).

"Sampai Oktober, NPL naik sedikit tetapi tidak besar. Tetapi semua bank harus mempersiapkan diri untuk kemungkinan NPL meningkat tajam. Di tahun 2009 juga kita dihadapkan pada kondisi seperti itu tetapi juga mempersiapkan diri, tetapi hal ini bisa ditanggulangi dengan pengelolaan kredit dengan risk manajemen yang baik," urai Agus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Direktur Bisnis Umum BRI, Sudaryanto Sudargo menyatakan, pihaknya yakin akan bisa mengelola NPL dengan baik. "Insya Allah kita bisa atur," imbuhnya.

Untuk kondisi kredit di tahun 2009, Agus memperkirakan angkanya bisa mencapai 15-20%. Sementara Sudaryanto memperkirakan pertumbuhan sekitar 20-24%.

"20-an persen lah, mungkin 24 persen. Tapi kita nggak mau bicara-bicara dulu, kita sedikit konservatif dulu lah. Sekarang orang kan bilang sekitar 15 persen, tapi kan kita tumbuhnya di kecil, kecil ini kan masih kuat, jadi saya yakin lah," ujar Sudaryanto.

Agus menambahkan, untuk likuiditas perbankan kini sudah mulai normal bahkan untuk likuiditas valas lebih baik dari perkiraan. Hal itu berkaitan dengan keputusan BI untuk menurunkan BI Rate, yang selanjutnya membantu pelonggaran likuiditas.

Selanjutnya perbankan akan berusaha untuk terus menjaga kekuatan permodalannya. "Artinya menjaga agar portofolio kreditnya terjaga sehat sehingga tidak terjadi peningkatan NPL dan kalau itu terjadi tentu disikapi dengan merencanakan pengelolaan bank dengan melaksanakan manajemen risiko lebih baik," tambahnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads