"Untuk tahun 2009 labanya kita harapkan bisa mencapai Rp 1,2 triliun. Sedangkan untuk 2008, laba kita telah mencapai Rp 990 miliar. Untuk mencapai itu tadi, perum pegadaian akan tambah outlet," ujar Direktur Utama Perum Penggadaian, Chandra Purnama dalam press conference di Gedung Langen Palikrama, Perum Pegadaian, Jalan Kramat Raya No. 162, Jakarta, Selasa (6/1/2009)
Menurut Chandra, penambahan sebanyak 1.000 outlet ini memang sudah ditetapkan oleh direksi Perum pegadaian. Dengan penambahan 1.000 outlet ini, maka total outlet Pegadaian pada 1 April 2009 menjadi 3.000 outlet.
"Hal ini sudah dicanangkan oleh direksi bahwa pada 1 April 2009 Perum Pegadaian sudah punya 3.000 outlet. Tambah 1.000 dalam beberapa bulan ke depan," jelas Chandra.
Hingga akhir 2008 ini, imbuh Chandra, jumlah kantor cabang dan kantor pembantu cabang perum pegadaian telah mencapai angka 2089 outlet. Jumlah ini melebihi target 2008 yang hanya sebanyak 2.000 outlet.
"Diakhir tahun 2008, kita ingin memiliki 2000 outlet tapi alhamdulillah tahun ini kami telah memiliki 2089 outlet, lebih 89 outlet dari target."
Tambah Tenaga Kerja
Di tengah krisis ekonomi global, lanjut Chandra, pembukaan outlet ini juga akan membantu menyerap tenaga kerja.
"Kalau ditengah situasi krisis banyak perusahaan yang mem-PHK orang, Perum Pegadaian malah menambah orang. Dengan penambahan outlet sebanyak 1.000, maka dibutuhkan 2.000 tenaga kerja karena tiap outlet membutuhkan dua orang," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Chandra menjelaskan untuk mendukung pembukaan outlet tersebut maka pihaknya akan menambahkan modal sebesar Rp 4-4,5 triliun untuk tahun 2009.
"Angka ini ditambah total aset yang dimiliki Perum Pegadaian di tahun 2008 yaitu sebesar Rp 11 triliun, berarti menjadi sekitar Rp 15-15,5 triliun," paparnya.
Chandra menambahkan di tengah situasi krisis seperti ini, justru menjadi peluang bisnis bagi perum pegadaian untuk meningkatkan labanya. "Makin banyak yang di PHK maka potensinya makin gede karena orang yang di PHK itu perginya ke pegadaian untuk mencari modal," ungkapnya.
(epi/lih)











































