CAR Diperkirakan Turun, Perbankan Diminta Tambah Modal

CAR Diperkirakan Turun, Perbankan Diminta Tambah Modal

- detikFinance
Rabu, 07 Jan 2009 14:07 WIB
CAR Diperkirakan Turun, Perbankan Diminta Tambah Modal
Jakarta - Rasio Kecukupan Modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) perbankan diperkirakan turun dari 16% di 2008 menjadi 14,3% di tahun 2009. Bank Indonesia pun mengimbau perbankan menambah modal jika modalnya turun di tengah situasi krisis keuangan global.

Menurut Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah, tambahan modal diperlukan sehingga modal perbankan bisa kuat untuk menghadapi krisis.

Sementara Deputi Gubernur BI Muliaman mengatakan, modal industri perbankan memang menghadapi situasi yang tidak mudah dengan variasi risiko yang lebih luas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena itu perbankan membutuhkan daya dukung permodalan yang besar di 2009. Dan oleh karena itu juga, tuntutan tambahan modal yang besar jadi suatu kebutuhan bagi perbankan karena tingkat risiko yang semakin kompleks," jelas Muliaman dalam konferensi pers di Gedung BI, Jakarta, Rabu (7/1/2009).

Berdasarkan data BI per Oktober 2008, permodalan perbankan nasional mencapai Rp 205,40 triliun dengan aset Rp 2.235 triliun.

Kondisi Likuiditas

Terkait kondisi likuiditas, Muliaman mengatakan bahwa meskipun saat ini sudah membaik, namun BI tetap melakukan monitoring.

"Ada beberapa isu yang menonjol antara lain segmentasi di pasar likuiditas. Tapi kita optimistis isu likuiditas di 2009 tidak akan terjadi lagi," ujarnya.

Gubernur Boediono menambahkan, masalah ketatnya likuiditas memang terjadi di seluruh negara. Menurutnya, perbankan lebih senang memegang dana dalam bentuk tunai, termasuk menyimpannya ke sejumlah instrumen investasi seperti ,T-Bills.

"Tapi kita akan terus monitor kalau memang pertumbuhan kredit drop terlalu jauh, kita akan lihat. Demikian juga kalau pertumbuhannya terlalu tinggi," ujarnya.

Kredit perbankan pada tahun 2009 diperkirakan akan melambat menjadi 18-20%. PerΒ  Desember 2008 pertumbuhan kredit mencapai 30,2% atau melambat dibandingkan kredit pada Oktober sebesar 37%.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads