Menurut Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah, tambahan modal diperlukan sehingga modal perbankan bisa kuat untuk menghadapi krisis.
Sementara Deputi Gubernur BI Muliaman mengatakan, modal industri perbankan memang menghadapi situasi yang tidak mudah dengan variasi risiko yang lebih luas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan data BI per Oktober 2008, permodalan perbankan nasional mencapai Rp 205,40 triliun dengan aset Rp 2.235 triliun.
Kondisi Likuiditas
Terkait kondisi likuiditas, Muliaman mengatakan bahwa meskipun saat ini sudah membaik, namun BI tetap melakukan monitoring.
"Ada beberapa isu yang menonjol antara lain segmentasi di pasar likuiditas. Tapi kita optimistis isu likuiditas di 2009 tidak akan terjadi lagi," ujarnya.
Gubernur Boediono menambahkan, masalah ketatnya likuiditas memang terjadi di seluruh negara. Menurutnya, perbankan lebih senang memegang dana dalam bentuk tunai, termasuk menyimpannya ke sejumlah instrumen investasi seperti ,T-Bills.
"Tapi kita akan terus monitor kalau memang pertumbuhan kredit drop terlalu jauh, kita akan lihat. Demikian juga kalau pertumbuhannya terlalu tinggi," ujarnya.
Kredit perbankan pada tahun 2009 diperkirakan akan melambat menjadi 18-20%. PerΒ Desember 2008 pertumbuhan kredit mencapai 30,2% atau melambat dibandingkan kredit pada Oktober sebesar 37%.
(qom/ir)











































