Penambahan modal itu dengan tujuan memperkuat struktur permodalan BSM sebagai salah satu pilar utama anak usaha Mandiri.
Demikian penjelasan direksi dan komisaris Bank Mandiri dalam keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (7/1/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setoran modal non tunai melalui inbreng aktiva tetap telah dilakukan pada 31 Desember 2008, sedangkan setoran tunai dibayarkan pada 5 Januari 2009. Bank Indonesia juga telah memberikan persetujuan atas transaksi tersebut.
Untuk inbreng melalui aktiva tetap penilaian aset propertinya dilakukan oleh penilai independen PT Asian Appraisal Indonesia. Aset itu berupa 24 unit properti terbengkalai yang terdiri dari 22 unit gedung kantor dan 2 unit rumah dinas/mess.
Dengan penambahan modal tersebut maka kepemilikan Mandiri di BSM menjadi 131.648.712 saham dengan nilai nominal Rp 5.000 sehingga seluruhnya berjumlah Rp 658,243 miliar.
(ir/qom)











































