Seperti dikutip Reuters Rabu (7/1/2009), Bank of America (BoA) menjual lebih dari 5,62 miliar sahamnya di Construction Bank seharga HK$ 3.92 per lembar. Total nilai penjualan saham BoA mencapai sekitar US$ 2,83 miliar.
Dengan harga tersebut, artinya BoA meraup untung sekitar US$ 1,13 miliar jika dibandingkan dana yang dikeluarkan saat membeli saham Construction Bank waktu IPO di 2005. Nilai ini juga lebih rendah sekitar 12% dari harga saham Construction Bank saat penutupan perdagangan di hari Selasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham yang dijual ini mewakili sekitar 2,5% dari total saham di Construction Bank. Dengan adanya penjualan ini, maka saham BoA kini hanya memiliki porsi kepimilikan sebesar 16,6%.
Seorang investor asal Hong Kong kemudian menyusul aksi BoA dengan menjual sahamnya di Bank of China senilai US$ 524 juta.
Investor Hong Kong ini diketahui terkait dengan Li Ka-shing yang merupakan pimpinan konglomerasi Hutchison Whampoa Ltd and pengembang properti Cheung Kong (Holdings).
Investor tersebut menjual 2 miliar sahamnya dengan harga HK$ 1,98-2.03 per lembar. Harga penjualan ini lebih rendah 5-7,5% dibandingkan penutupan sebelumnya yang sebesar HK$ 2,14 per lembar. Harga ini bahkan lebih rendah dari harga IPO Bank of China yang sebesar HK$ 2,95 per lembar.
Akibat penjualan saham ini, saham-saham perbankan China langsung berguguran karena para investor yang pesimistis pada pertumbuhan pendapatan bank-banak tersebut.
Setidakanya ada tiga perbankan besar China yang dilirik perusahaan investasi skala besar. Salah satu diantara investor tersebut adalah Royal Bank of Scotland.
(lih/qom)











































