"Sebab kalau tidak nanti akan banyak bank yang kolaps di 2009," ujar Komisaris Independen BRI, Aviliani.
Hal itu diungkapkan Aviliani dalam seminar Knowledge Sharing PT Permodalan Nasional Madani dengan temaΒ Economic Up date and Over View 2008 - Outlook 2009, Dampak dan Strategi Pemberdayaan UMKM dan Koperasi, di Gedung Arthaloka, Jalan Jenderal Sudirman,Jakarta, Jumat (9/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Misalnya Bank Centruy, meskipun LPS sudah menyalurkan dana Rp 2 triliun tapi semua nasabah ambil dana. Sekarang LPS bingung karena bank-bank besar tidak mau bantu sebab kalau terjadi likuidasi terjadi siapa yang jamin," jelasnya.
Aviliani menyatakan saat ini perpindahan dana dari bank kecil ke bank besar telah terjadi. "Jadi sekarang BRI, BNI, Mandiri kelimpahan dana lebih besar dan sepertinya nasabah lebih percaya pada bank-bank pemerintah," jelas Avi.
Dengan adanya Interbank ini, lanjut Aviliani, maka Bank-bank besar bisa menyalurkan kelebihan dananya ke bank-bank kecil yang butuh danaΒ karena ditinggalkan nasabahnya.
Pasar interbank makin ketat setelah kasus Bank Century gagal kliring yang kemudian diambil alih oleh pemerintah melalui LPS. Sebelumnya banyak pihak menilai jika interbank dijamin bank-bank akan berperilaku kurang hati-hati.
Pada kesempatan yang sama, Aviliani menyayangkan ditolaknya Perpu Jaring Pengaman Sektor Keuangan (JPSK) menjadi UU oleh DPR. "Walaupun saat ini kondisi kita masih bagus, namun kita tidak mengetahui apa yang akan terjadi ke depannya. JPSK ini penting agar tidak terjadi BLBI tahap II," tandasnya.
(epi/ir)











































