Neraca Pembayaran RI 2008 Defisit US$ 2,2 Miliar

Neraca Pembayaran RI 2008 Defisit US$ 2,2 Miliar

- detikFinance
Sabtu, 10 Jan 2009 11:29 WIB
Jakarta - Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sepanjang 2008 mencatat defisit, Bank Indonesia memperkirakan secara keseluruhan di tahun 2008 NPI mencatatkan defisit sebesar US$ 2,2 miliar.

Memasuki semester II-2008, kinerja NPI semakin tertekan, ekspor mulai menunjukkan pelemahan akibat penurunan harga komoditas dunia yang terjadi. "Sementara itu, di sisi neraca transaksi modal dan finansial, minat investor terhadap aset di pasar keuangan domestik telah menurun," demikian diungkapkan dalam laporan tinjauan kebijakan moneter yang dikutip detikFinance dari situs Bank Indonesia, Sabtu (10/1/2009).

Selain itu, defisit NPI terjadi juga karena derasnya aliran keluar modal asing dari Indonesia khususunya pada pasar SUN (Surat Utang Negara) dan SBI (Sertifikat Bank Indonesia). Derasnya aliran modal keluar ini menyebabkan investasi portofolio mencatat defisit sejak kuartal III-2008 dan terus meningkat pada kuartal IV-2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai dengan Desember 2008 sendiri, BI mencatatkan cadangan devisa sebesar US$ 51,6 miliar dimana jumlah cadangan devisa tersebut setara dengan 4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Sebelumnya Deputi Gubernur BI Hartadi A. Sarwono pernah mengatakan di tahun 2009in idiperkirakan juga NPI akan kembali mengalami defisit karena penurunan ekspor akibat rendahnya permintaan di tengah kondisi krisis ekonomi global yang terjadi. Selain itu impor juga mengalami penurunan sejalan dengan perburukan kondisi ekonomi yang terjadi.

Hartadi mengatakan dengan perkiraan defisit NPI di 2009 ini, jumlah cadangan devisa Indonesia diperkirakan akan menurun US$ 600 juta menjadi US$ 51 miliar hingga akhir 2009, hal ini terjadi karena penurunan kinerja ekspor Indonesia.

Dalam laporannya tersebut, BI menilai kinerja perekonomian Indonesia pada kuartal IV-2008 mendapatkan banyak hadangan dari memburuknya perekonomian global pada perekonomian domestik. Berlanjutnya pelemahan ekonomi global dan turunnya harga-harga komoditi telah menekan ekspor Indonesia yang pada gilirannya berdanpak pada menurunnya kinerja neraca pembayaran

Namun secara makro, pelemahan harga komoditas dunia, serta melambatnya permintaan agregat mendorong turunnya tekanan inflasi. Ke depan, pada 2009
dengan prospek pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan terus melambat, tren inflasi diperkirakan akan terus menurun sehingga diperkirakan mencapai 5-7%.






(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads