Hal ini dikatakan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro saat ditemui di sela-sela diskusi di Menara BTN, Jakarta, Rabu (14/1/2009).
"Pertumbuhan kredit tahun lalu tercapai 143%, target pertumbuhan 2008 hanya 10,04% realisasinya mencapai sekitar 14,3%," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun ini kita ingin menjaga NPL kita di bawah 5%, kita targetkan sekitar 4%. Di 2008 NPL neto 3,22%, sementara NPL gross 3,4%," ujarnya.
Di tahun 2008 sendiri, Iqbal mengatakan BTN telah melakukan ekspansi untuk pembiayaan subsidi KPR sebesar Rp 4,5 triliun, itu melebihi target perseroan.
"Kita sudah mencapai 118 ribu unit dari 120 ribu unit yang ada, untuk tahun ini target kita akan lihat," imbuhnya.
Mengenai kebijakan moratorium KPR, Iqbal mengatakan dirinya masih menunggu skema kebijakan moratorium tersebut dari pemerintah.
"Tapi tampaknya pemerintah punya program untuk membantu orang-orang yang terkena PHK. Mengenai bentuknya sendiri saya belum jelas, barangkali bunganya di bayar pemerintah, dan pokok tetap dibayar atau minta penundaan pembayaran. Itu sebenarnya untuk PHK bukan untuk pengurangan kredit. jangan sampai karena ada moratorium masyarakat berpikir tidak usah bayar kredit, yang namanya kedit ya harus dibayar . itukan program pemerintah, tanya saja pemerintah," urainya.Β
(dnl/qom)











































