Namun menurut Menneg BUMN Sofyan Djalil, pembentukan holding BUMN sekuritas masih menunggu rampungnya holding BUMN keuangan.
"Ini akan belum selesai kalau holding keuangan selesai, itu akan kita kaji dalam pilihan-pilihan terbaik kearah itu," kata Sofyan Djalil, di kantornya, Jakarta, Jumat (16/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita akan lihat setelah sepenuhnya menjadi BUMN, apakah nanti kita tentukan dibawah PPA, atau pihak lain, atau seperti BUMN biasaya," jelasnya.
Sofyan menegaskan apapun hasilnya, proses pengembalian dan nasib BPUI sepenuhnya berada di tangan pemerintah. Ia pun mengibaratkan pemindahan BPUI dari BI ke pemerintah ini layaknya memindahkan dari kantong kiri ke kantong kanan saja.
"Memang sudah ada kesepakatan, soal utangnya nggak nungkin langsung diselesaikan," ucapnya.
Mengenai membengkaknya hutang BPUI, dijelaskanya berawal ketika pemerintah memberikan dana kepada BPUI dan Danareksa menjelang krisis 1998. Dalam perjalanannya BPUI tidak mampu melakukan pengembalian utang dengan cepat sehingga hutangnya menggunung. Sedangkan Danareksa yang sama-sama menerima suntikan dana, justru lebih cepat menyelesaikannya.
Hasilnya BPUI harus terlilit utang akumulasi bunga hingga Rp 1 triliun lebih dari utang awal Rp 200 miliar yang digelontorkan pemerintah melalui rekening dana investasi (RDI) pada masa krisis 1998.
(hen/qom)











































