Departemen Keuangan AS dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) menyatakan bahwa mereka akan menginvestasikan hingga US$ 20 miliar ke BoA dari program TARP yang akan ditukar dengan saham preferen dan dividen hingga 8%.
Pemberian dana talangan kali ini juga disertai dengan syarat berupa pembatasan gaji dan kompensasi eksekutif, implementasi modifikasi program kredit perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tujuan dari program ini adalah untuk membantu menstabilkan pasar finansial sehingga bisa memperkuat perekonomian dan melindungi tenaga kerja AS, tabungan dan jaminan pensiun," demikian pernyataan dari Depkeu AS, seperti dikutip dari AFP, Jumat (16/1/2009).
Pengumuman tentang pemberian dana talangan ini terjadi hanya beberapa jam sebelum BoA mengeluarkan laporan keuangan triwulanannya. Juga beberapa saat sebelum Senat AS melakukan voting untuk penggunaan dana talangan paruh yang kedua dari bagian US$ 700 miliar yang diajukan Presiden George Walker Bush sebelumnya.
BoA merupakan bank dan perusahaan finansial terbesar AS, dengan klien tersebar di lebih dari 150 negara. Besarnya aset tersebut tak mampu menahan hebatnya krisis finansial, sehingga BoA tetap membutuhkan dana talangan untuk bisa tetap bertahan. Krisis finansial juga telah memangkas harga saham BoA hingga 28% menjadi US$ 7,35, yang merupakan level terendah sejak 17 tahun.
(qom/ir)











































