Tanpa Rugi Derivatif, Danamon Harusnya Cetak Laba Rp 2,3 Triliun

Tanpa Rugi Derivatif, Danamon Harusnya Cetak Laba Rp 2,3 Triliun

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2009 12:24 WIB
Tanpa Rugi Derivatif, Danamon Harusnya Cetak Laba Rp 2,3 Triliun
Jakarta - Laba bersih PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) tahun 2008 seharusnya lebih besar sekitar Rp 2,3 triliun ketimbang pencapaiannya saat ini yang sebesar Rp 1,5 triliun jika tidak ada kerugian derivatif.

Danareksa Sekuritas dalam risetnya yang ditulis Diman A Negoro, memaparkan analisis fundamental terhadap saham Bank Danamon, Kamis (22/1/2009).

Indikasi Kinerja 2008

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Net profit after tax (NPAT) 2008 sebesar Rp 1,5tn, atau turun 29% YoY dikarenakan kerugian derivatif. Tahun 2007 NPAT Danamon sebesar Rp 2,1 triliun.
  • Tanpa kerugian derifatif, NPAT dapat mencapai Rp 2,3 triliun atau naik 10% yoy
  • CAR sebesar 13%, masih di atas ketentuan yang sebesar 8%
  • Pertumbuhan pinjaman 25% yoy, atau -0,7% dari gross loan (pinjaman kotor) 3Q08
  • Pertumbuhan simpanan 24% yoy atau +2% dari 3Q08
  • Perbaikan likuiditas: LDR FY2008 sebesar 86% dari sebelumnya 91% di 3Q08.
Latar belakang rugi derivatif
Kontrak:
  • Foreign exchange forward contract.
  • Cash delivery dalam USD.
  • Menjual produk ke segmen ekspor untuk tujuan hedging.
  • Menjual ke 55 nasabah korporasi dan komersial.
  • Bank Danamon telah menjual produk ini sejak lama.
  • Sumber dari fee based income sekitar US$ 18juta di 2008.
  • Kebanyakan kontrak berakhir di Juli 2009

Masalah:
  • Diawali dengan depresiasi Rupiah dan anjloknya harga komoditas.
  • Nasabah eksportir tidak dapat melunasi kontrak.
  • Bank melepas kontrak dan merestrukturisasi dan bernegosiasi dengan nasabah.

Dampak kerugian derivatif:
  • Menambah pencadangan untuk kerugian derivatif sebesar Rp 804miliar di 4Q08.
  • Fee based income menjadi menurun.
  • Lebih banyak ke bisnis 'plain vanilla': manajemen ingin lebih fokus pada bisnis pinjam-meminjam.

Kondisi di 2009:
  • Muncul kabar akan melakukan rights issue namun belum ada komentar dari manajemen mengenai right issue.
  • Sub debt yang akan jatuh tempo di Maret 2009 dimana Danamon akan membayar US$ 300 juta sub debt. Sedangkan amortisasi tidak akan memberi pengaruh ke CAR. Bank memperkirakan besar cash yang ada di bulan Maret adalah sekitar US$ 500 miliar.

Pertumbuhan melambat:
  • Bank memperkirakan pertumbuhan pinjaman untuk industri sebesar10%.
  • Manajemen menargetkan pertumbuhan pinjaman maksimal 8%.
  • Didorong oleh bisnis micro lending sementara itu pinjaman korporasi dan komersial diprediksikan akan menurun.
(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads