Salah satu bank yang mengalami rugi derivatif diduga adalah Bank Danamon. Kerugian derivatif diduga menjadi penyebab turunnya laba bersih Danamon tahun 2008.
"Indonesia tidak terlalu banyak bank-banknya, dan kerugiannya juga tidak terlalu besar tidak seperti di Meksiko, Brazil atau Korea," kata Deputi Gubernur Senior BI Miranda S Goeltom di gedung depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Data-data masih dikumpulkan, karena nggak mudah itu banyak yang perlu kita tahu data-datanya, lalu juga maturity structured, lalu berapa besar eksposurenya itu yang coba kita lihat jadi belum lengkap datanya," kata Halim.
Halim juga mengaku belum bisa menjelaskan apakah koreksi laba perbankan di tahun 2008 banyak disumbang oleh kerugian produk derivatif.
"Kita belum lihat memang ada kerugian tapi kita belum tahu apakah karena itu atau bukan, jadi memang ada rugi tapi kita belum tahu apa sebabnya itu yang akan kita selidiki," katanya.
Sebenarnya kata Halim, jika digunakan untuk lindung nilai (hedging) produk derivatif dibolehkan. "Kalau structured product memang tidak boleh apalagi yang spekulatif kalau untuk hedging masih boleh," ujarnya. (ir/qom)
