"Kelima strategi tersebut diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan nasabah dan masyarakat pasca pengambilalihan oleh LPS," kata Dirut Bank Century, Maryono dalam rilis jumpa pers di kantornya, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
Maryono mengatakan pengambilalihan oleh LPS telah membuat Bank Century melakukan metamorfosa untuk menjadi bank pemerintah yang solid dan terpercaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Memperbaiki image perusahaan melalui konsolidasi internal dan program komunikasi yang efektif
- Memperbaiki kondisi keuangan seperti stabilitas likuiditas, pengelolaan aset, peningkatan fee based income dan memperkuat struktur permodalan.
- Pengembangan bisnis seperti kredit konsumer dan usaha kecil serta payment dan remitansi.
- Penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan manajemen risiko.
- Penyempurnaan organisasi dan infrastruktur pendukung seperti SDM, kualitas layanan dan pengembangan elektronik channel.
Fase I dimulai dari Desember 2008 sampai Februari yang disebut sebagai fase survival.
Fase II dimulai Maret-November 2009 yang disebut fase built the foundation.
Fase III dimulai Desember 2009-November 2011 yang disebut fase focusting the business.
"Untuk mempercepat pemulihan kinerja Bank Century, kita membidik segmen UKM dan nasabah etnis Tionghoa, kita akan membuka kantor cabang di lingkungan etnis tersebut terutama di daerah Jawa dan Medan," kata Maryono. (ir/lih)











































