"Tahun ini kami akan fokus mengejar sepuluh obligor dan kalau bisa akan kami selesaikan secepatnya," kata Direktur Utama BCIC, Maryono di kantornya, Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (22/1/2009).
Maryono mengatakan, saat ini BCIC memiliki 32 obligor bermasalah. Namun tahun ini, perseroan akan fokus mengejar 10 obligor saja. Sayangnnya, ia enggan membeberkan siapa saja 10 obligor yang akan dikejar tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Maryono, langkah ini merupakan bagian dari upaya perseroan meningkatkan kinerja dan good corporate governance. Dia menjelaskan bahwa saat ini pihaknya tengah menunggu audit finansial yang dilakukan oleh tim penyelamatan aset untuk memastikan nilai kredit yang bermasalah itu.
"Kami usahakan secepatnya selesai," ujarnya.
Direktur Treasury Bank Century Ahmad Fajar mengemukakan bahwa penyelesaian masalah sepuluh obligor itu kemungkinan akan dilakukan melalui skema rescheduling.
"Itu kalau obligor itu dinilai masih bisa mengembalikan utang," ujar dia.
Selain skema tersebut, lanjut dia, juga bisa dilakukan melalui restrukturisasi atau rekondisi.
Selain penyelesaian utang obligor, Century juga akan melunasi utang ke pemerintah yang diterima melalui FPJP saat bank ini mengalami krisis keuangan pada November 2008. Utang dari pemerintah itu akan jatuh tempo pada Februari mendatang.
Namun, Ahmad tidak bersedia menyebutkan nilai bailout tersebut. "Yang pasti Century sudah menjaminkan aset-asetnya yang sehat ke Bank Indonesia," kata dia.
(dro/lih)










































