Ekspansi Jasa Konstruksi Lokal Terhambat Masalah Perbankan

Ekspansi Jasa Konstruksi Lokal Terhambat Masalah Perbankan

- detikFinance
Kamis, 22 Jan 2009 18:06 WIB
Ekspansi Jasa Konstruksi Lokal Terhambat Masalah Perbankan
Jakarta - Pemerintah bekerjasama dengan Bank Indonesia akan berupaya mencari jalan keluar untuk kendala pendanaan yang menghambat ekspansi perusahaan jasa konstruksi nasional.

Kendala itu antara lain soal jaminan perbankan karena belum tersedianya perwakilan bank-bank lokal di negara tujuan ekspansi. Selain itu ketentuan mengenai batasan dana yang akan menjadi equity investasi terhambat peraturan Bank Indonesia karena menyangkut aliran modal keluar negeri.

Hal ini tentunya sangat mengganggu kegiatan usaha jasa konstruksi dalam negeri yang akan membuka pasar keluar negeri. Padahal kesempatan pasar kontruksi di Timur Tengah dan Afrika cukup besar, misalnya pasar konstruksi di kawasan Teluk  Timur Tengah mencapai US$ 1003 miliar dan Afrika Utara sebesar US$ 150 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini disampaikan oleh kepala Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia  (BPKSDM) Sumaryanto Widayatin dalam acara temu wartawan, di Gedung Departemen Pekerjaan Umum, Kamis (22/1/ 2009).

"Kita sedang melakukan pembicaraan dengan Bank Indonesia untuk mencari solusi dari kendala-kendala ini," katanya.

Dikatakannya, masalah sistem mekanisme perbankan sering mengganggu  kontraktor jasa konstruksi lokal. Terutama dalam hal ketentuan batasan aliran modal yang sering  dianggap sebagai capital flight.

"Padahal modal kerja tersebut dipakai untuk pembiayaan awal konstruksi seperti modal tenaga kerja dan lainnya," jelasnya.

Selain itu para perusahaan jasa konstruksi lokal terkena fee charge dua kali karena  jasa bank yang dipakai itu tidak memiliki perwakilan di negara-negara tujuan ekspansi.

"Sangat memberatkan pengenaan dua kali fee charge 1,5% dari proyeknya," imbuhnya. (hen/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads