Nasabah kecewa karena program transformasi Bank Century sama sekali tidak menyinggung kasus Antaboga yang jelas-jelas penjualannya dilakukan oleh bagian pemasaran bank tersebut.
"Kita akan datang jam 11 ke Bank Century tujuannya adalah meminta penjelasan kenapa masalah Antaboga tidak dimasukkan ke dalam program perbaikan Bank Century," kata Gunawan, koordinator nasabah Antaboga ketika dihubungi detikFinance, Jumat (23/1/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada dasarnya, kata Gunawan, nasabah setuju Bank Century harus melakukan pembenahan tapi jangan masalah Antaboga dibuang begitu saja yang seolah-olah Bank Century tidak terkait sama sekali dengan Antaboga.
Nasabah juga akan menangih janji manajemen Bank Century dua mingu lalu yang akan mengatakan akan ada penyelesaian terhadap masalah Antaboga. "Hari ini tepat sudah dua minggu jadi kami akan menagih janjinya," katanya.
Salah seorang nasabah Bank Century cabang Tanah Abang yang menolak disebut namanya, juga menyayangkan tidak adanya kejelasan terhadap kasus Antaboga ini.
"Bagaimana nasabah dapat percaya lagi kepada Bank Century yang lepas tanggung jawab terhadap masalah yang paling besar di bank itu yakni raibnya dana nasabah atas produk yang telah ditawarkan Bank Century," katanya.
"Apakah bank hanya fokus pada penghimpunan dana saja, tanpa memikirkan uang nasabah yang hilang akibat ulah Bank Century sendiri," tukasnya.
Bank Century pada Kamis kemarin (22/1/2009) mengumumkan 5 strategi transformasi bisnis yang akan dilakukan dalam tiga fase hingga 2011. Untuk mempercepat pemulihan, Bank Century membidik nasabah etnis Tionghoa.
Kelima strategi tersebut diperlukan untuk mengembalikan kepercayaan nasabah dan masyarakat pasca pengambilalihan oleh LPS. Sementara untuk kasus Antaboga, manajemen Bank Century menyerahkannya ke pihak berwajib.
(ir/qom)











































