Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama Peruri Junino Jahja di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/1/2009).
"Ini masih belum disahkan dalam RKAP, tapi estimasi kita pertumbuhan pendapatan 25,9 persen dan laba bersih 20,3 persen di tahun 2009," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, demi mengejar target pertumbuhan tersebut maka perseroan sudah menyiapkan sejumlah aksi korporasi di tahun 2009. Biaya yang disiapkan untuk investasi tersebut mencapai Rp 387,1 miliar.
"Tahun ini cukup besar, tahun lalu biaya investasi kita hanya Rp 62,9 miliar," ungkapnya
Junino menambahkan, dana sebesar itu akan digunakan perseroan untuk memperbaiki bangunan operasional dan menambah beberapa mesin cetak.
Perseroan juga akan mengikuti tender pencetakan uang di beberapa negara di Afrika dan Nepal tahun ini. Ia menambahkan, tender yang sudah didapat dan bisa dimulai pencetakannya tahun ini adalah mata uang Ringgit dari Malaysia.
"Untuk Malaysia, tahun ini kita bikin uang logam mereka," ujarnya.
Sedangkan untuk Rupiah, Peruri akan mencetak sebanyak 5,8 miliar lembar dengan pecahan mata uang yang berbeda-beda.
(ang/qom)











































