Β
"Saya sudah panggil BUMN-nya untuk tanya apa yang terjadi. Sebagaimana orang usaha, tidak ada yang salah dalam hal itu. Namanya orang usaha pasti ada untung dan rugi," katanya.
Β
Ia mengatakan, transaksi derivatif yang dilakukan BUMN tersebut bukanlah untuk spekulasi tapi hedging biasa saja. Kerugian yang mereka derita akibat melemahnya nilai tukar Rupiah di penghujung tahun 2008.
Β
"Untuk selanjutnya, biarkan mereka mengatasi masalah mereka sendiri. Mereka juga sudah bilang punya cara untuk selesaikan sebaik-baiknya," jelasnya.
Sejumlah BUMN disebut-sebut mengalami rugi derivatif , salah satunya melalui transaksi kontrak lindung nilai atau heding valas dari gejolak nilai tukar. Dengan kerugian derivatif itu, maka diperkirakan sebagian BUMN tidak akan mencapai target labanya.
(ang/qom)











































