Demikian hal itu diungkapkan oleh, Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (23/1/2008).
"Kita sudah siap sampai Rp 500 miliar, tapi kita siapkan lagi sampai Rp 750 miliar," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semula rencana sekuritisasi aset kredit perumahan BTN akan dilakukan pada 2007, namun karena masih ada masalah pajak ganda dan hak tanggungan jadi tertunda dan baru bisa dilakukan tahun ini.
Menurutnya, masalah perpajakan masih menjadi kendala BTN selama ini karena sekuritisasi aset masih dianggap sebagai aksi jual beli. BTN telah menggandeng PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) untuk melakukan sekuritisasi tersebut. (ang/ir)











































