Hal ini dikatakan oleh Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/1/2009).
"Kenaikkan bunga utang ini murni karena depresiasi nilai tukar rupiah terhadap US dolar yang terjadi," ujarnya.
Untuk postur belanja pada APBN 2009, pemerintah memperkirakan anggaran belanja akan turun sebesar 1,3% dari PDB. Penurunan ini terjadi karena subsidi yang turun Rp 43,54 triliun (0,8% dari PDB) seiring turunnya harga minyak yang mempengaruhi penurunan harga BBM dan listrik di dalam negeri.
"Anggaran transfer ke daerah juga akan turun Rp 16,9 triliun (0,3% dari PDB) karena penurunan harga minyak dunia," ujar Sri Mulyani.
Penghematan yang didapat dari penurunan subsidi dan transfer ke daerah Rp 53,2 triliun. Namun anggaran belanja Kementerian dan Lembaga serta anggaran pendidikan besarannya tidak diubah.
"Karena anggaran pendidikan tidak diubah besarannya atau tetap Rp 207,4 triliun, maka besaran persentase anggaran pendidikan di APBN 2009 lebih dari 20%," tukas Sri Mulyani. (dnl/lih)











































