Aset Perbankan Syariah Ditargetkan Rp 80-90 Triliun di 2009

Aset Perbankan Syariah Ditargetkan Rp 80-90 Triliun di 2009

- detikFinance
Rabu, 28 Jan 2009 15:58 WIB
Aset Perbankan Syariah Ditargetkan Rp 80-90 Triliun di 2009
Jakarta - Bank Indonesia mematok target yang moderat untuk pertumbuhan aset perbankan syariah menjadi Rp 80-90 triliun pada tahun 2009.
 
Demikian hal itu diungkapkan oleh Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah di sela-sela konferensi pers di Gedung Thamrin BI, Jakarta, Rabu (28/1/2009).
 
"Kita punya tiga skenario untuk pertumbuhan 2009. Pertama skenario optimis mencapai 5 persen menjadi Rp 127 triliun, kedua moderat menjadi Rp 80-90 triliun, dan yang ketiga pesimis menjadi Rp 60-65 triliun. Kita pilih yang moderat karena yang pesimis itu sudah bisa tercapai," ujarnya.
 
Menurutnya, pencapaian target tersebut dibantu oleh dua bank syariah baru yang mulai beroperasi tahun ini, yaitu BRI Syariah dan Bukopin Syariah.
 
"Untuk BRI saja unit desanya ada 4000 lebih, 1000 saja dimanfaatkan bisa mendongkrak pertumbuhan. Plus kita punya mitra yang banyak jadi bisa lebih cepat," ujarnya.
 
Selain itu, ia mengatakan ada beberapa tantangan yang harus dihadapi perbankan syariah di tahun 2009 ini. Pertama yaitu, perlunya meng-educate costumer dan masyarakat tentang aplikasi syariah karena relatif masih baru jika dibandingkan perbankan konvensional.
 
Sumber daya manusia juga menjadi salah satu kunci penting yang harus ditingkatkan lagi. "Sedikitnya kita butuh 25.000 pegawai baru yang mengerti betul perbankan syariah untuk mengejar target 5 persen. Itu tidak gampang," katanya.
 
Berikutnya, yaitu tambahan permodalan untuk pengembangan usaha. Menurutnya, modal yang cukup bisa digunakan sebagai sarana ekspansi dan tambalan jika terjadi kerugian.
 
Dan yang terakhir menurut Siti, yaitu pengembangan inovasi produk baru syariah.
 
"Bagaimana kita menciptakan bankir yang inovatif guna memenuhi kebutuhan masyarakat. Ini akan kita dorong supaya perbankan syariah bisa lebih kompak dalam perbesar dirinya," tegasnya.


(ang/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads