Keputusan itu diambil dalam Federal Open Market Committee (FOMC) selama 2 hari yang berlangsung di Washington seperti dikutip dari AFP dan Reuters, Kamis (29/1/2009).
Keputusan itu diambil melalui voting 8-1, dengan Gubernur Fed Richmond, Jeffrey Lacker mengindikasikan kecenderungannya untuk memilih kalimat 'membeli surat berharga AS' ketimbang menggunakan kata target program kredit untuk memulihkan pasar kredit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"The Fed akan menggunakan seluruh alat yang ada untuk mendorong dimulainya lagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan untuk menjaga stabilitas harga-harga," demikian pernyataan dari FOMC.
Dengan tidak adanya lagi ruang untuk penurunan suku bunga, maka The Fed menyatakan akan siap untuk membeli surat utang pemerintah jangka panjang jika memang hal itu bisa melonggarkan lagi likuiditas di pasar kredit.
"Komite sedang bersiap untuk membeli surat berharga US Treasury jangka panjang jika perkembangan kondisi sekitar mengindikasikan transaksi semacam ini akan menjadi bagian yang efektif untuk memperbaiki kondisi pada pasar kredit swasta," demikian pernyataan dari The Fed.
Pada pertemuan terakhir pada Desember 2008 lalu, The Fed hanya menyatakan akan mempelajari opsi untuk membeli surat utang tersebut.
Namun investor obligasi AS tetap merasa kecewa karena The Fed tidak membuat komitmen yang tegas untuk membeli surat berharga itu. Harga US Treasury langsung turun tajam, sehingga yieldnya melonjak yakni untuk yang berjangka 30 tahun menjadi di atas 3,46% yang merupakan level tertinggi sejak 1 Desember.
"Pasar mungkin perlu melihat konfirmasi yang lebih konkret bahwa the Fed akan membeli US Treasury," ujar Gary Thayer, ekonom senior dari Wachovia Securities.
"Pasar obligasi berharap ada pengumuman yang nyata atas rencana tersebut dan saya tidak berpikir mereka sudah melakukannya," ujar Scott Anderson, ekonom dari Wells Fargo.
(qom/qom)











































