BPD Diminta Lebih Banyak Biayai Proyek Pembangunan

BPD Diminta Lebih Banyak Biayai Proyek Pembangunan

- detikFinance
Jumat, 30 Jan 2009 14:21 WIB
BPD Diminta Lebih Banyak Biayai Proyek Pembangunan
Jakarta - Bank Pembangunan Daerah (BPD) diminta lebih menggencarkan fungsi intermediasinya dalam membiayai pembangunan ekonomi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani dalam acara penandatanganan sindikasi kredit proyek 10 ribu MW dengan beberapa bank nasional di Kantor Menteri Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (30/1/2009).
 
"Peranan konsorsisum BPD dalam pembiayaan proyek PLN juga harus diapresiasi karena dari BPD sudah muncul keinginan memberikan pinjaman. Kita tahu BPD menyimpan dana-dana kas Pemda yang kemarin surplus tapi BPD tidak rajin memberikan dananya untuk program-program yang membangun perekonomian, malah disimpan di surat berharga," tuturnya.
 
Dalam kesempatan tersebut, Sri Mulyani juga mengapresiasi dukungan pembiayaan yang diberikan oleh bank-bank nasional seperti BNI dan BRI.
 
"Memang situasi hari ini berubah drastis dari situasi awal perencanaan proyek 10 ribu MW ini sekitar 2 tahun lalu. Saat ini pendanaan sulit karena terjadi krisis keuangan dunia yang terjadi semenjak semester II-2008. Kalau kita lihat dampaknya ke PLN, lembaga-lembaga keuangan yang jadi motor dalam memberikan kredit mengalami ksulitan yang besar," katanya.
 
Dikatakannya, saat ini perbankan menahan kreditnya dan lebih memilih untuk mengendapkan dananya, alhasil pemberian kredit pun diberikan sangat selektif.
 
"Kegiatan pinjmam meminjam sekarang menjadi sesuatu yang extra ordinary karena keinginan untuk minjamkan oleh bank sangat sulit. Banyak bank menahan dana mereka kecuali pemberian kreditnya itu sangat selektif. Karena itu penandatanganan perjanjian kredit hari ini sangat baik, membuktikan intermediasi perbankan masih jalan," paparnya.
 
Sementara untuk PLN, Sri Mulyani mengatakan pemerintah akan selalu memberikan support kepada PLN dalam menyelesaikan proyek 10 ribu MW.
 
"Pak Fahmi (Dirut PLN) merupakan peminjam terbesar. Kita tahu dari sisi jumlah pinjaman dan proyek, ini (10 ribu MW) proyek terbesar PLN yang dilaksanakan dalam waktu yang singkat. Saya beri support baik melalui policy atau jaminan. Apapun yang dilakukan PLN untuk proyek 10 ribu MW agar pelaksanaannya bisa selesai tepat waktu," pungkasnya.


(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads