"Ini akan mampu membantu perbankan mengatasi permasalahan di 2009 kelonggaran kredit dan lain sebagainya saya kira sudah sangat bagus," kata Wadirut BII Sukatmo Padmosukarso disela-sela acara Bankers Dinner di gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Jumat malam (30/1/2009).
Bank Indonesia memperpanjang masa transisi penerapan risiko operasional dalam perhitungan kecukupan modal (CAR) perbankan dalam rangka Basel II yang semula 1 Juni 2009 menjadi Januari 2010. BI juga melonggarkan perhitungan ATMR untuk KUKM, mengatur jaringan kantor bank, mempersingkat proses merger.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita betul-betul back to basic meyakini bahwa prinsip-prinsip pengelolaan bank dengan hati-hati harus dijalankan juga ditekankan bahwa terlepas dari semua sistem yang jalan, pentingnya karakter dan integritas dari para pelaku usaha untuk memang harus selalu diutamakan. Jadi saya melihat baik sekali apa yang disampaikan dalam bankers dinner oleh Gubernur BI," ujar Agus.
Diakuinya untuk masalah teknis pelaksaannya, bankir masih ingin melihat dan mendengar tentang program sertifikasi dan lain-lainnya. "Tapi mungkin itu akan disampaikan secara terpisah sebagai tindak lanjut pentingnya masalah individu bankir, itu harus diutamakan karakternya," katanya.
Terkait dengan penundaan penerapan basel II, menurut Agus itu semua baik karena memang kelihatan sekali untuk memberikan kesempatan perbankan menata dan fokus pada fungsi intermediasinya.
Dirut PT Bank Bukopin Tbk Glen Glenardi juga mengaku masih menunggu teknis pelaksanaannya dalam waktu dekat ini.
"CAR itu kan turun dari yang tadinya di atas 16 persen jadi 14 persen, nah itu kan membatasi bank untuk melakukan fungsi intermediasinya itu jadi terbatas kalau ada stimulus untuk UKM meringankan ATMR saya pikir bagus memang tadi juga disebut cuma seperti apa kita enggak tahu," ungkap Glen.
(ir/ir)











































