Demikian hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama BTN Iqbal Latanro di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin (2/2/2009).
"Hingga saat ini 41 persen jaringan sudah beroperasi secara online. Kita harapkan besok sudah bisa full beroperasi," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untungnya, kita punya data recovery center jadi bisa kembali beroperasi," ujarnya.
Ia mengatakan, pada prinsipnya yang terganggu akibat si jago merah hanya di jaringan komunikasi saja, sedangkan pusat kelola data letaknya agak jauh sehingga tidak mengalami masalah.
Akibat terputusnya jaringan tersebut, sebanyak 258 kantor cabang pembantu dan 78 kantor cabang dan syariah di seluruh indonesia terputus.
"Untuk kerugian kita belum bisa menghitung. Kita lihat apakah ada data dan sistem dan jaringan yang masih rusak. Kita akan lakukan perbaikan dengan mengajak salah 1 BUMN untuk lakukan penataan," katanya.
(ang/qom)











































