Target Pertumbuhan Kredit Danamon Hanya 5-8% di 2009

Target Pertumbuhan Kredit Danamon Hanya 5-8% di 2009

- detikFinance
Selasa, 03 Feb 2009 14:35 WIB
Target Pertumbuhan Kredit Danamon Hanya 5-8% di 2009
Jakarta - Krisis finansial global membuat perbankan semakin konservatif dan berhati-hati dalam mengucurkan kredit. Termasuk Bank Danamon yang memangkas proyeksi pertumbuhan kreditnya di tahun 2009.

Bank Danamon memrediksikan pertumbuhan kredit di tahun 2009 akan menurun menjadi kisaran 5-8 persen atau turun tajam dibandingkan pertumbuhan kredit tahun 2008 yang mencapai 25%.

Hal ini dikatakan Head of Investor Relations Bank Danamon I Dewa Made Susila dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Selasa (3/2/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"2009 merupakan tahun yang berat untuk bisnis. Kita tahu pertumbuhan ekonomi diprediksikan 4 persen dari yang biasanya 6 persen. Currency juga bergejolak, penurunan suku bunga jadi berita bagus, tapi bank tidak bisa serta merta menurunkan suku bunga depositonya karena situasi yang terjadi saat ini. Karena itu, Danamon akan lebih hati-hati dalam memberikan kredit-kredit yang besar dan juga kredit dalam mata uang asing," urainya.

Ia mengatakan, memang kredit akan tetap tumbuh akan tetapi Danamon akan sangat selektif. Strategi pemberian kredit di 2009 perseroan akan fokus dalam pengucuran kredit mikro.

"Kita genjot kredit mikro tumbuh 20 persen, tapi untuk kredit kendaraan bermotor sepertinya akan stabil karena para pengusaha memprediksikan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat akan turun 15-20 persen," urai Susila.

Untuk LDR, sampai akhir 2008 mencapai 85 persen dan tahun 2009 akan dipertahankan. "Karena itu, DPK harus ditingkatkan," tambahnya.

DI tempat yang sama, Wakil Dirut Danamon Jos Luhukay mengatakan, bank tidak bisa disuruh mendorong kredit pada saat sulit seperti ini karena memang permintaan kredit turun.

"Bank sulit untuk mendorong kredit karena memang tidak ada orang yang meminta kredit, karena mereka melihat tidak ada peluang usaha karena para pengusaha tidak melihat adanya peluang usaha di tengah situasi ekonomi saat ini," pungkasnya.

(qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads