Bank Danamon memrediksikan pertumbuhan kredit di tahun 2009 akan menurun menjadi kisaran 5-8 persen atau turun tajam dibandingkan pertumbuhan kredit tahun 2008 yang mencapai 25%.
Hal ini dikatakan Head of Investor Relations Bank Danamon I Dewa Made Susila dalam pertemuan dengan wartawan di Jakarta, Selasa (3/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, memang kredit akan tetap tumbuh akan tetapi Danamon akan sangat selektif. Strategi pemberian kredit di 2009 perseroan akan fokus dalam pengucuran kredit mikro.
"Kita genjot kredit mikro tumbuh 20 persen, tapi untuk kredit kendaraan bermotor sepertinya akan stabil karena para pengusaha memprediksikan penjualan kendaraan roda dua dan roda empat akan turun 15-20 persen," urai Susila.
Untuk LDR, sampai akhir 2008 mencapai 85 persen dan tahun 2009 akan dipertahankan. "Karena itu, DPK harus ditingkatkan," tambahnya.
DI tempat yang sama, Wakil Dirut Danamon Jos Luhukay mengatakan, bank tidak bisa disuruh mendorong kredit pada saat sulit seperti ini karena memang permintaan kredit turun.
"Bank sulit untuk mendorong kredit karena memang tidak ada orang yang meminta kredit, karena mereka melihat tidak ada peluang usaha karena para pengusaha tidak melihat adanya peluang usaha di tengah situasi ekonomi saat ini," pungkasnya.
(qom/ir)











































