"Setelah mencermati dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan situasi ekonomi dan keuangan di dalam negeri dan luar negeri, Dewan Gubernur Bank Indonesia pada hari ini memutuskan untuk menurunkan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 8,25 %," kata Direktur Perencanaan Strategis dan Humas BI, Dyah N.K. Makhijani dalam siaran pers, Rabu (4/2/2009).
Berbagai indikator mutakhir menunjukkan bahwa perkembangan ekonomi global ternyata lebih suram daripada yang diperkirakan beberapa bulan yang lalu. Dampaknya makin terasa di dalam negeri, terutama sektor-sektor yang terkait dengan perdagangan luar negeri (sektor tradables). Sementara di sektor non-tradables perkembangannya relatif stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2009 tercatat sebesar US$ 50,9 miliar atau setara dengan 5,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.
Kondisi perbankan nasional sampai saat ini mantap, seperti tercermin dari perkembangan CAR dan NPL perbankan yang tetap pada batas-batas yang aman. Sementara itu, kondisi likuiditas perbankan, termasuk aliran likuiditas dalam pasar uang antar bank, mulai mengalami perbaikan dibanding dengan beberapa bulan yang lalu.
Bank Indonesia akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk makin memperkuat sektor perbankan Indonesia, termasuk pengelolaan likuiditas yang diperlukan dan penyempurnaan mekanisme dan sistem pengawasan bank. (ir/ir)











































