Hal ini dikatakan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (5/2/2009).
"Kemarin kami baru saja menurunkan kembali BI Rate sebesar 50 bps, yang berarti dalam 2 bulan ini telah turun 100 bps. Ruang penurunan BI Rate masih terbuka jika prospek inflasi capai 4-5% di 2009. Memang ini suatu hal yang tidak konvensional dilakukan bank sentral karena tingginya ketidakpastian di sektor keuangan," tuturnya.
Untuk inflasi sendiri, BI memproyeksikan inflasi di 2009 berada di kisaran 5-7%.
"Assesment terkini BI mengindikasikan bahwa inflasi dapat berada pada kisaran bawah dari proyeksi tersebut akibat terus turunnya imported inflation sejalan dengan turunnya harga komoditas internasional, dan terkendalinya ekspektasi inflasi," paparnya.
Sementara itu, untuk asumsi SBI 3 bulan sebesar 7,5% di 2009 dinilai BI cukup realistis, seiring penurunan laju inflasi dan berkurangnya shock harga dari luar negeri.
"Kondisi ini akan membuka peluang bagi BI untuk menurunkan BI Rate, yang diharapkan juga akan diikuti suku bunga lainnya, termasuk suku bunga SBI 3 bulan," pungkasnya.
(dnl/qom)










































