Hal ini dikatakan oleh Managing Director Technology And Operation Mandiri, Sasmita, disela-sela acara Implementasi Standar Nasional Kartu ATM dan Kartu Debet Berbasis Chip di Indonesia di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, (6/2/2009).
"Untuk Kartu ATM/Debit, nasabah kami ada 7,3 juta sampai dengan 7,5 juta nasabah maka untuk mengimplementasikan hal tersebut butuh waktu dan biaya," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa dana tersebut tidak dibebankan kepada nasabahnya, namun beban ini merupakan investasi dari Mandiri sendiri.
Saat ini, lanjut Sasmita, perlu waktu dua sampai tiga tahun dan harus dilakukan secara bertahap dan tidak bisa secara langsung.
"Untuk kartu kredit tahun ini akan selesai, semua berbasis chip, kemudian kartu ATM/Debet sudah beberapa hanya sebagai testing," tambahnya.
Sasmita menginformasikan bahwa keamanan kartu Atm/Debet berbasis chip ini dapat diandalkan dan lebih mudah dalam penggunaannya.
(ir/qom)











































