Dana Perbankan di SBI Capai Rp 256 Triliun

Dana Perbankan di SBI Capai Rp 256 Triliun

- detikFinance
Selasa, 10 Feb 2009 15:40 WIB
Dana Perbankan di SBI Capai Rp 256 Triliun
Jakarta - Total dana perbankan yang disimpan di instrumen SBI (Sertifikat Bank Indonesia) sampai saat ini mencapai Rp 256 triliun. Perbankan saat ini lebih memilih menyimpan dananya dan berhati-hati dalam memberikan pembiayaan di tengah kondisi krisis keuangan global yang terjadi.
Β 
Hal ini dikatakan oleh Chief Economist Bank Mandiri Group Mirza Adityaswara dalam acara Seminar Nasional Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Di Era Krisis Keuangan Global, di Hotel Nikko, Jakarta, Selasa (10/2/2009).
Β 
"Saat ini perbankan secara global memperketat persyaratan kredit sehingga pertumbuhan ekonomi semakin tertekan. Jadi keinginan perbankan untuk mengucurkan kredit sangat rendah," tuturnya.
Β 
Di dalam negeri sendiri, modal perbankan terlihat menurun. Mirza mengatakan di 2007 rasio kecukupan modal atau CAR beberapa bank besar mencapai di atas 20%, sedangkan sekarang sudah di bawah 20%.

CAR bank umum dan bank BUMN hingga akhir Desember 2008 terus turun dan berada di posisi terendah sejak 5 tahun terakhir. Berdasarkan data BI, CAR bank umum hingga akhir Desember 2008 tercatat hanya 16,76%, sementara bank BUMN hanya 14,31%
Β 
"Di saat krisis bank cenderung berhemat, jadi kalau untuk pembiayaan proyek, bank akan cermat memilih proyek-proyek yang akan dibiayai," imbuhnya.
Β 
Mirza mengatakan walaupun penurunan BI Rate sudah sampai 8,25%, namun kredit ternyata masih sulit didorong.
Β 
"BI Rate sekarang 8,25%, dengan kecenderungan penurunan inflasi, ada ruang penurunan BI Rate ke 7 sampai 7,5%, jika inflasi bisa turun ke 6% dan rupiah stabil," tuturnya.
Β 
Sementara untuk pembiayaan, saat ini memang sulit mendapatkannya apalagi akan terjadi kompetisi dana di pasar obligasi pada 2009-2010. Di 2009 saja dikatakan Mirza akan ada obligasi yang jatuh tempo di dalam negeri senilai Rp 53,465 triliun, terdiri dari obligasi pemerintah Rp 40 triliun dan obligasi korporasi Rp 12,839 triliun.
Β 
"Mungkin pemerintah bisa mendapatkan kesempatan lewat obligasi global, seperti Filipina yang obligasi globalnya oversubscribe, mereka butuh US$ 1 miliar tapi penawaran yang masuk sampai US$ 6 miliar," pungkasnya.





(dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads