"Ada bank yang demi mengejar likuiditas memasang bunga deposito sampai 14 persen. Maka bisa dibayangkan bunga kreditnya pasti di atas itu. Kami minta BI mengawasi pemberian bunga ini agar fair," kata Ketua DPP HIPMI Erwin Aksa, di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (11/2/2009).
Praktek memasang bunga setinggi itu dinilai tidak fair di tengah situasi yang krisis sekarang ini. Praktek demikian sangat menghambat perkembangan UMKM dan bidang usaha kreatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bank pemerintah sudah fair. Tapi yang bank swasta dan asing ini masih disayangkan karena memasang suku bunga sangat tinggi," sambungnya.
Di tempat tersebut sesaat sebelumnya Erwin Aksa diterima Presiden SBY. Kedatangannya bersama jajaran DPP HIPMI siang ini untuk mengundang presiden hadir dalam Sidang Pleno di Rakernas HIPMI 2009.
(lh/qom)











































