Hingga kini alasan perbankan masih belum menurunkan suku bunga kreditnya adalah karena mereka menilai biaya atau ongkos perbankan masih tinggi yang meliputi 4 hal yaitu:
1. Biaya dana atau cost of fund
2. Biaya operasi
3. Margin keuntungan
4. Premi risiko
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biaya operasi dan margin itu bisa ditekan atau dikurangi, yang cost of fund itu di luar dari bank, masyarakat masih menginginkan mendapatkan suku bunga deposito yang tinggi," ucap Sigit.
Sedangkan untuk premi margin sangat tergantung dengan persepsi dunia usaha dalam melihat risiko karena jika sektor dunia usaha masih menganggap risiko usaha masih tinggi maka perbankan juga akan melihat yang sama
"Maka perlu segera digulirkan stimulus, untuk antisipasi," serunya.
Dikatakannya, sekarang ini likuiditas perbankan masih ketat dan pinjaman antar bank masih terbatas.
"Saya kira akan terjadi penurunan (suku bunga kredit) 3 sampai 6 bulan, pasti bank-bank akan menyesuaikan bunga pinjamam karena mereka juga akan menjual kredit," ucap Sigit.
Namun Sigit tidak merinci, berapa besar penurunanannya karena akan sangat tergantung dengan pertimbangan 4 hal tadi di setiap perbankan.
"Kalau dananya masih mahal, cost of fund-nya mahal maka tidak akan menurunkan banyak," ujarnya.
Ia juga menggarisbawahi, jika BI Rate turun bank tidak akan otomatis menurunkan suku bunga kreditnya, begitu pula sebaliknya.
"Kalau BI Rate naik tidak ditanya berapa suku bunga kredit naiknya," pungkasnya.
(hen/dnl)
