Gejala setress yang dialami korban reksa dana di Bank Century juga mulai aneh-aneh. Beberapa korban yang kehilangan duitnya di reksa dana itu juga mulai banyak yang mengeluarkan ancaman.
Jika tidak bisa diredam, dikhawatirkan ancaman nasabah itu akan merugikan jiwa nasabah dan pihak-pihak yang terkait dengan Bank Century.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Siput sendiri mengkhawatirkan tekanan batin yang dialami korban reksa dana di Bank Century akan meledak jika penyelesaian pengembalian dana nasabah terus terkatung-katung.
Saat ini total nilai kerugian nasbah reksa dana di Bank Century mencapai Rp 1,1 triliun. Rata-rata korban yang berinvestasi itu menanamkan duitnya ratusan juta rupiah.
"Ada beberapa orang yang bilang sama saya kalau mereka setress dan jika eskalasinya sudah memuncak maka sudah diduga perilakunya. Ini sudah saya sampaikan ke Century tapi mereka diam malah cari nasabah baru," kata Siput.
Siput juga mengatakan ada korban nasabah Bank Century di Surabya yang sempat bilang kalau uangnya tidak kembali makanya dirinya dan Bank Century akan rata dengan tanah.
Sebagai koordinator korban nasabah Bank Century, Siput mengaku akan mempercepat upaya penyelesaian kasus ini dan menyampaikan ke BI agar terketuk untuk menyelesaikan kasus ini. Dia juga berharap LPS sebagai pemegang saham tidak diam saja.
"Saya juga sudah sampaikan ke komisi XI untuk bisa mempertemukan nasabah dengan depkeu," katanya.
Korban Sayuti Michael (47 tahun) beralamat di Jalan Halim Perdanakusuma No 2 RT 01 Kelurahan Sungai Asam Pasar Jambi. Korban diketahui bunuh diri dengan cara terjun dari Hotel Abadi Jambi. Sebelum melompat korban sempat menenggak racun.
Sayuti yang mengalami setress berat nekat melakukan bunuh diri pada Jumat malam (13/2/2009) setelah Jumat siangnya gagal mencairkan reksa dananya sebesar Rp 125 juta.
(ir/ir)











































