Hal ini dikatakan oleh koordinator korban Century wilayah Jakarta Gunawan saat dihubungi detikFinance, Senin (16/2/2009).
"Mustinya, harus jadi trigger, ini sungguh tragis. Di Surabaya dan di Jakarta sudah ada teman-teman yang menunjukan gejala stress yang sama," ungkap Gunawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dari teman-teman amat berduka cita," ucapnya.
Ia kembali lagi menegaskan agar pemerintah bisa segera rampungkan kasus ini, agar korban-korban lain tidak berjatuhan. Mengingat prilaku mengarah stress sudah banyak ditunjukan oleh rekan-rekannya yang sudah tidak tahan lagi menunggu ketidakpastian.
"Ada beberapa yang sudah stress, kasus Jambi seperti diberikan contoh kepada mereka," ujarnya.
Keluarga Sayuti Masih Syok
Sementara koordinator wilayah Jambi Ating, mengatakan hingga malam tadi pihaknya belum terlalu banyak kontak dengan pihak keluarga Sayuti Michael (Amin). Ia mengakui pihak keluarga Sayuti masih shock dan belum mau banyak bicara soal kejadian tersebut.
"Dia (kakak Sayuti) belum mau komentar, belum tahu adiknya simpan reksa dana di Century," ujar Ating setelah melakukan kontak dengan keluarga Sayuti.
Korban Sayuti Michael (47 tahun) diketahui bunuh diri dengan cara terjun dari Hotel Abadi Jambi pada Jumat malam (13/2/2009). Sebelum melompat korban sempat menenggak racun.
Sayuti yang mengalami setress berat nekat melakukan bunuh diri setelah gagal mencairkan reksa dananya di Bank Century sebesar Rp 125 juta. (hen/ir)











































