Hal ini dikatakan oleh Presiden ADB Haruhiko Kuroda dalam jumpa pers bersama Menteri Keuangan sekaligus Menko Perekonomian Sri Mulyani di Graha Sawala, Kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (16/2/2009).
"Jaminan tersebut akan membantu menekan ongkos biaya dari pembiayaan pemerintah Indonesia," ujarnya.
Haruhiko mengatakan, untuk membantu usaha Indonesia dalam memperkuat manajemen fiskal di tengah kondisi krisis ekonomi global yang terjadi, ADB akan memberikan dukungan finansial untuk Indonesia, melalui Public Expenditure Support Facility.
Sementara itu Dirjen Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto mengatakan dengan fasilitas tersebut jika suatu saat Indonesia menerbitkan obligasi, maka yield-nya bisa lebih rendah karena di support oleh ADB.
"Tapi itu masih dalam pembicaraan awal detilnya secara resmi belum, ini semua masih dalam pembahasan, baru ide, ini baru tawaran belum ada keputusan sama sekali," ujarnya di sela rapat dengan Komisi XI DPR, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2009).
(dnl/qom)










































