Hal ini dikatakan oleh Direktur Pembiayaan Syariah Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Dahlan Siamat dalam acara "Sosialisasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)" di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/2/2009).
"Penerbitan sukuk dalam mata uang ringgit di pasar domestik Malaysia telah mendominasi seluruh penerbitan sukuk di dunia selama kurun waktu 2002 sampai 2005," tuturnya.
Di tahun 2007, sebanyak 76% dari obligasi yang diterbitkan di Malaysia adalah berbentuk sukuk. Sementara itu, sukuk dalam mata uang US$ mencapai 31% dari total penerbitan sukuk di seluruh dunia.
Dahlan menuturkan beberapa sukuk yang diterbitkan oleh negara non muslim:
- Jerman 100 miliar euro (2004)
- USA US$ 165 miliar (2006)
- Jepang US$ 300-500 miliar (2006)
- Cina US$ 250 miliar (2006)
- UK Β£225 miliar (2007)
Tahun ini sendiri pemerintah akan terbitkan sukuk ritel, sukuk yang investornya korporasi, dan sukuk global.
"Penerbitan sukuk global tunggu penerbitan GMTN (Global Medium Term Note), karena kita belum tentukan waktunya," tukas Dirjen Pengelolaan Utang Depkeu Rahmat Waluyanto Selasa (17/2/2009) malam di DPR. (lih/qom)











































