Pemerintah Kesulitan Terbitkan Sukuk Global

Pemerintah Kesulitan Terbitkan Sukuk Global

- detikFinance
Rabu, 18 Feb 2009 13:44 WIB
Pemerintah Kesulitan Terbitkan Sukuk Global
Jakarta - Pemerintah kesulitan untuk mencari waktu untuk menerbitkan sukuk global karena situasi pasar yang belum kondusif. Apalagi saat ini banyak negara-negara maju yang berlomba-lomba menerbitkan obligasi internasional sehingga Indonesia kalah bersaing.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Pembiayaan Syariah Ditjen Pengelolaan Utang Departemen Keuangan Dahlan Siamat usai acara "Sosialisasi Surat Berharga Syariah Negara (SBSN)" di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu (18/2/2009).

"Penerbitan sukuk global masih sulit, apalagi paket stimulus fiskal AS yang sebesar US$ 787 miliar belum memperbaiki kondisi pasar, kalau kita terbitkan sekarang spread akan lebar," tuturnya.

Jadi saat ini jika obligasi internasional baik konvensional maupun syariah diterbitkan, Dahlan mengatakan pemerintah akan mendapatkannya dengan biaya yang mahal. Pemerintah tahun lalu membatalkan penerbitan sukuk global karena kondisi pasar keuangan yang belum kondusif akibat krisis keuangan di AS.

"Tapi tetap sukuk global ditargetkan terbit tahun ini, kita harapkan ada perbaikan di pasar keuangan global," ujarnya.

Mengenai underlying asset untuk sukuk ini, pemerintah telah mendapatkan persetujuan DPR untuk menggunakan Barang Milik Negara (BMN) sebagai underlying asset Departemen Keuangan sebesar Rp 13,8 triliun.

"Namun kami juga akan meminta persetujuan DPR untuk menggunakan Gelora Bung Karno sebagai underlying asset penerbitan sukuk tahun ini, dari totalnya Rp 50 triliun kita akan minta persetujuan untuk memakai sekitar Rp 21 triliun," pungkasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads