"Suku bunga perlu untuk diturunkan lagi supaya membantu pemulihan ini," kata pemilik kelompok usaha Lippo, James Riyadi.
Hal itu diungkapkan James, disela-sela kuliah umum pakar ekonomi internasional Professor Dr. Steve H Hanke yang diadakan Universitas Pelita Harapan dan KADIN di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (18/2/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi 3 hal ini akan memacu tahun depan untuk recovery," katanya.
Suku bunga lanjut James, harus sebanding dengan inflasi dan suku bunga di luar negeri, yang selama ini dalam posisi negatif interest rate.
"Jadi mungkin masih bisa turun. Suku bunga untuk turun menjadi satu digit sangat kecil dalam jangka pendek. Tapi ada peluang turun 1-2 persen," katanya.Β Β Β Β
Dia menilai kebijakan moter dapat memberikan stimulus psikologi dan kepercayaan pasar, khususnya jika kebijakan itu dapat menstabilkan pasar.
"So far kebijakan moneter di Indonesia cukup baik, kesalahan yang dilihat di Amerika itu swing-nya terlalu drastis, jadi reactivenya luar biasa. Tapi di Indonesia kan kecenderungannya itu untuk lebih konservatif, lebih hati hati dan lebih pelan untuk merespons," katanya. (ir/qom)











































