Jasindo Targetkan Laba Bersih 2009 Naik 13%

Jasindo Targetkan Laba Bersih 2009 Naik 13%

- detikFinance
Kamis, 19 Feb 2009 12:35 WIB
Jasindo Targetkan Laba Bersih 2009 Naik 13%
Jakarta - PT Jasa Asuransi Indonesia (Jasindo) menargetkan perolehan laba bersih sebesar Rp 130 miliar di tahun 2009. Angka tersebut meningkat sekitar 13 persen dibanding laba tahun 2008 yang sebesar Rp 115 miliar.

Demikian hal itu dikemukakan oleh Direktur Utama Jasindo Eko Budi Wiyono di Kantor Kementerian Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/2/2009).

“Perolehan laba tahun lalu merupakan yang tertinggi kita dapat, tahun ini diperkirakan lebih tinggi lagi,” katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan, peningkatan laba tahun 2009 tersebut didorong bertambahnya jumlah pemegang polis yang otomatis memicu peningkatan perolehan premi.

Menurutnya, perolehan premi perseroan di tahun 2009 diperkirakan mencapai Rp 2,6 triliun, meningkat 7 persen dibanding tahun 2008 yang sebesar Rp 2,43 triliun.

“Peningkatan premi memang tidak terlalu besar karena kriris ekonomi global yang dampaknya akan makin terasa di pertengahan tahun,” imbuhnya.

Sepanjang tahun 2008, jumlah klaim perusahaan plat merah tersebut mencapai Rp 1,1 triliun, dengan modal disetor sekitar Rp 744 miliar.

Rencana IPO Sudah Matang

Mengenai rencana pelepasan saham perseroan melalui mekanisme penawaran umum saham perdana alias initial public offering (IPO), ia mengatakan seluruh persiapannya sudah matang.

Seharusnya, BUMN asuransi itu menggelar IPO pada tahun 2008 lalu. Alasan tertundanya rencana tersebut adalah kondisi pasar
sepanjang tahun 2008 yang kurang kondusif.

Ia menambahkan, BUMN itu terus melakukan persiapan IPO jika sewaktu-waktu pasar modal kembali membaik. Sesuai rencana awal, jumlah saham yang akan dijual ke pasar sebesar 30 persen dengan proyeksi perolehan dana Rp 500-600 miliar.

"Dana hasil IPO akan dipakai untuk menambah modal, kalau IPO jadi tahun ini maka modal perseroan akan mencapai sekitar Rp 1,3 triliun," imbuhnya.

(ang/lih)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads